NEGERI 5 MENARA THE MOVIE REVIEW: ASIKNYA PESANTREN


Dari buku laris karya A. Fuadi, Negeri 5 Menara the movie tayang perdana 1 Maret 2012 lalu di seluruh bioskop di Indonesia. Mengisahkan perjalanan hidup Alif Fikri dari Maninjau, Sumbar yang setengah hati mengikuti kemauan orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di Pondok Madani Ponorogo. Alif sangat ingin bersekolah di Bandung kemudian melanjutkan kuliah di ITB, seperti idolanya BJ. HABIBIE.

image

Di pesantren ia berteman dengan 5 orang teman satu asramanya, Raja Lubis dari Medan, Said Jufri dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso Salahuddin dari Gowa, kemudian menjuluki diri mereka Sahibul Menara. Mereka semua terkesima dengan kalimat “Manjadda wajadda” yang artinya “Siapa yang bersungguh sungguh dia yang kan berhasil” oleh Ust. Salman pada hari pertama belajar mengajar dimulai, merekapun berusaha untuk mewujudkan impiannya masing-masing.

Alif kemudian mulai merasa betah di pesantren dan ikut kegiatan ekskul Majalah Syams. Kegamangannya kembali menerpa setelah Baso memutuskan keluar dari pesantren untuk merawat neneknya yang sakit.

Mau tau lanjutannya? Nonton gih😉
Bagi yang dah baca bukunya pasti tau dunk the next story hehehe don’t reveal it here okay…no spoiler tar pada ga mau ke bioskop and support Indonesian Movie

———–

Cast of the leading role; Gazza Zubizzaretha (Alif), Ernest Samudera (Said), Billy Sandi (Baso), Rizki Ramdani (Atang), Aris Adnanda Putra (Dulmadjid), Jiofani Lubis (Raja), Eriska Rein (Sarah), dan Meirayni Fauziah (Nissa). Selain itu nama Ikang Fauzi, Andika Pratama, David Cholik dan Lulu Tobing juga menghiasi deretan cast film ini.

Casting director, Shakti Harimurti benar benar jeli mengenali tokoh tokoh yang diperankan oleh anak anak muda yang bisa dibilang “hijau” dalam dunia akting ini. Tokoh Alif yang terkesan pendiam sangat pas diperankan oleh Gazza yang pada awalnya diberikan peran Baso.

image

Kekaguman saya pada cast utama berlanjut pada pemilihan Billy Sandi yang memerankan Baso, wajah innocentnya, karisma pemimpinnya dan aura pembangun semangatnya begitu terasa throughout the movie, seolah Basolah pemeran utama film ini bukan Alif.

Akting yang natural dari para aktor aktor muda ini tak terlepas dari tangan sutradara film ini yang mampu mengarahkan mereka. Thumbs up!

Pesantren yang digambarkan pada film ini begitu berbeda dengan image pesantren kebanyakan yang seringkali diceritakan oleh orang orang dan pemberitaan di tv, dimana pesantren seringkali dikatakan tertutup dengan pengajaran ilmu agama yang sangat mendalam dan metode pengajaran yang kaku.

Tapi di pesantren ini ada Kiai yang bermain gitar, hiruk pikuk pertunjukan seni, penampilan R&B dan hip hop style dan banyak hal asik lainnya tentunya dengan tidak melupakan pelajaran hidup berlandaskan agama yang disampaikan secara inspiratif, contoh saja ketika Ust. Salman membawa pedang karatan dan terus berusaha memotong kayu yang cukup tebal untuk menunjukkan bahwa Manjadda wajadda.

Pesantren itu asik, teman😀

Dari tangan Penulis Skenario Laskar Pelangi, film ini banyak menyisipkan kata kata yang bermakna biarpun terkesan ringan. Hanya saja percakapan antara Kiai dan ke enam santri mengenai keluhan mereka soal seringnya mati lampu terkesan tidak nyambung. Kiai memberikan wejangan soal pemerintahan dan lain lain tapi entah kenapa hal itu disampaikan kurang mengena dan around the bush, memang penonton pasti bisa menangkap maksudnya namun karena pemilihan kata kata yang around the bush membuat scene itu dan perkataan itu jadi kurang menarik seolah ada sesuatu yang hilang.

Ada banyak scene yang terpotong dan menggantung seperti ketika Alif mengatakan bahwa ia sebenarnya memang tidak ingin berada di pesantren. Adegan yang membuat panas teman temannya itu tidak didahului percakapan yang bisa menjelaskan kenapa kemudian Alif bersikap begitu dan mengatakan hal itu pada teman temannya. Too fast dan terkesan dipaksakan sebagai anti klimaks and the ending too.

Despite all that, tema film ini begitu fresh dan tetap memukau sebagai film yang edukatif dan bisa menginspirasi penonton untuk mengejar impiannya diiringi pula dengan score music dan OST garapan Yovie Widianto dkk yang full of spirit…

Manjadda wajadda “Siapa yang bersungguh sungguh, ia yang kan berhasil”

Happy watchin😉

2 Tanggapan

  1. inspiratif iya betuuuull bangetz,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: